Rough Day, Remembered One

I had quite rough days or if I can mention: weeks. Today, one of my coworker lost document drawing for licensing matters. It is very important for other department and my department did the work. I lost it, my coworkers did. As the one who responsible, I took the blame. Today is my birthday and nobody in my office know. My parents are doing pilgrimage so they don’t make a call. My brother seems forget (or maybe he is just doing revenge because sometimes I forget his too, hehe).

Today, when it was come to subuh prayer’s time, R made a call and sang ice-cream-walls-song. He said it was his gift. It was sweet and pile of short messages came after that. I’m okay.

Today is rough. I nearly break my protection wall and tears could be easily spilled. But I didn’t do that. At 4 o’clock this evening, I checked my email and there’s one in my inbox. My long-distance-friend of me sent it. The content is a cheesy-modified lyric (haha!) of “Sixteen Going on Seventeen” song from my favorite movie as a birthday greeting. We both like the movie.

Really it was a rough day. I nearly lost my grip but in the end it was a day I will remember because it my 23th, too.

So thank you, all.

Advertisements

Smelly Thing Around

Last night, I’ve been crancky like kids over-eat sugar. It is kind of homesick and gather with miss feeling for my brother. I told R about it and he suggested me to take something that smells nice to give me comfort feeling. But, I realize I’m not into that thing at all. While others will grab this kind of therapy (aromatherapy in this case) and feeling relax after take it, I will have headache in result. I think my nose and brain do not get along well.

So, I break down the list and quite surprise with the result. The conclusion is :

  • I really don’t like the smelly oil variety (cajuput oil, bee oil (?) or minyak tawon, telon oil (minyak telon in Indonesia), or else you name it. even minyak nyong-nyong, haha)
  • Spices : like lemongrass, lime leaf, cinnamon, ginger (OH! how I hate it so much), mint (like eating toothpaste) , cardamom (not very familiar with this) and too much amount of clove

But the thing I realize about not liking them is the statement both my brother and R told me. “It is so weird for someone who like eat and cook very much to not like those thing.” Well, when I thought about it again, I feel it was true in the end =D

Is there anybody who also does not like them like I do?

Sekarang (rupanya) berbeda

Dulu, rasanya saya bisa mendiamkan orang lamaaa sekali.

Sehari? Sering kalii..

Seminggu? Kuat kok.

Sebulan? Masih kuat juga.

Pasti setahun g pernah kan? Siapa bilang, pernah juga itu woi, haha.

Apalagi kalau berhubungan dengan orang yang dekat dengan saya. Tidak cuma (ehem), tapi juga teman baik, sahabat. Nah, itu apa lagi. Rasa gengsi sepertinya sudah setinggi langit ke-tujuh ditumpuk jadi tujuh juga *hayo lo*

Makin ke sini, entah itu makin tua atau makin banyak hal yang dipikirkan, rasanya tidak mau saja kalau hal yang sepele ini (yang sepele marahnya ya, bukan hal yang membuat marahnya) jadi berlarut-larut. Begituu..

Jadi sekarang sih niat (bahkan niat lho ini) untuk gengsi atau mendiamkan sudah tidak ampuh lagi dilakukan oleh saya. Godaan yang sebenarnya adalah keinginan untuk nyepet malah. Hahaha.

Entah berubahnya itu bagus atau tidak, tapi jelas menahan marah berlama-lama itu tidak baik (lagi-lagi menurut saya). Karena dengan memendam marah, saya merasa bahwa performa saya jauh menurun (performa naon deui? hoho). Jadi kalau saya tidak suka, sebisa mungkin saya bilang apa yang tidak disukai. Dan tanpa marah-marah atau diam tidak jelas.

Hujan dan Kita

Ada rindu dalam setiap tetes hujan. Dan benar adanya, hujan memang musuh bersama dari umat yang bernama “perasaan stabil” dan “deadline tugas”. Oke, saya rasa otak saya baru saja konslet tersambar petir atau hanya terlalu banyak makan kambing. Tiada asap tanpa api. Ini dia koreknya, cekidot.

Roda Kehidupan

Akhir-akhir ini saya mengalami sulit tidur berkepanjangan, makan pun tak sebanyak biasanya. Akibatnya berat badan pun menyusut. Sepertinya saya mengidap stres. Dan lebih jauh lagi gejala-gejala tersebut telah mengganggu produktivitas saya dalam hal apapun. Bahkan mengurus blog yang merupakan perkara kecil pun terasa berat karenanya.

Kemarin, saya main ke himpunan. Sudah lama sekali tidak mampir dan sekadar melongokkan kepala. Kedatangan saya ke himpunan memang disengaja. Saya ingin membeli Cremona edisi terbaru.

Saat pertama memegang, saya senang. Saat pertama membuka halaman pertama, saya lebih senang. Membaca lembar demi lembar pun tak terasa. Saya lebih senang ketika menyelesaikan membacanya malam itu juga. Saya segera menghubungi orang-orang terdekat yang dulu pernah terlibat dalam pembuatan majalah ini untuk segera membelinya. Saya mengakhiri kegiatan tersebut dengan perasaan yang lebih senang lagi.

Kemudian saya berpikir dan berpikir. Sudah lama sekali saya tidak sesenang ini karena hal kecil. Mendengarkan ucapan terimakasih dari seseorang, melihat orang lain tertawa, saat hujan, melihat pelangi. Hal-hal kecil seperti itu tidak pernah gagal membuat saya senang dan merasa bersyukur. Namun tidak akir-akhir ini. Saya melakukan hal sebaliknya dari yang saya yakini dan perbuat sebelumnya yaitu mengkhawatirkan hal-hal kecil.

Dan di sinilah saya sekarang. Saya yang menyadari bahwa kebahagiaan dalam hidup selalu dimulai dari mensyukuri dan menikmati hal-hal kecil, bukan sebaliknya. Semoga selalu begini dan semoga selalu diingatkan untuk selalu begini.

Sumber gambar