Nisbi

Kebenaran itu pada suatu titik memiliki sifat nisbi. Terkadang masing-masing orang memiliki ego untuk benar. Dengan kata lain: setiap orang tidak ingin disalahkan. Entah itu karena faktor malu akibat disalahkan atau ego merasa selalu paling benar. Juga, karena setiap orang berpendapat, definisi benar salah itu tidak sama antara dirinya dengan orang yang menyalahkan.

Sampai kapan yang nisbi ini bermuara pada satu parameter mutlak? Atau memang dunia membutuhkan sesuatu yang nisbi agar selalu fleksibel dan terus hidup? Bukankan kebebasan setiap individu dibatasi oleh hak individu lain, termasuk bebas untuk merasa selalu benar?

Kebenaran yang saya maksud di sini bukanlah kebenaran 1+1 = 2. Tetapi ketika manusia diberi kebebasan untuk mendefiniskan 1+1 itu tidak selalu sama dengan 2.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s