Another Day by Pomplamoose

So catchy the name and also sounds delicious, eh? ;p

 

Advertisements

Perspektif

“Sejarawan Harry A Poeze berpendapat, perbedaan trio Minang itu karena mereka lahir dari lingkungan yang berbeda, meski sama-sama belajar marxisme dan mendapat pendidikan Belanda. Secara adat, Tan seorang raja tapi miskin secara ekonomi, sedangkan Hatta-Sjahrir kelas menengah secara ekonomi. Tan orang udik, Hatta dari Bukittinggi dan Sjahrir dari Padangpanjang dari keluarga pedagang.

Meski sama-sama dibuang, Hatta-Sjahrir masih menerima penghasilan. Sedangkan Tan tak punya pendapatan pasti dalam pelarian, hidupnya susah, dan ia berteman dengan penyakit, bahkan bergaul dengan romusha di Banten Selatan. Fase hidup yang membuatnya kian mantap menjadi Marxis dimulai ketika mengajar di sebuah perusahaan perkebunan Belanda di Deli. Ia melihat langsung bagaimana orang sebangsanya ditindas menjalani kuli kontrak.”*

Itulah mengapa pada akhirnya, mereka yang belajar hal yang sama bisa menerapkannya secara berbeda. Pilihan yang berbeda dibuat berdasarkan latar belakang dan pengalaman hidup masing-masing kepala.

*dikutip dari Seri Buku Tempo : Tan Malaka Bapak Republik yang Dilupakan

Nisbi

Kebenaran itu pada suatu titik memiliki sifat nisbi. Terkadang masing-masing orang memiliki ego untuk benar. Dengan kata lain: setiap orang tidak ingin disalahkan. Entah itu karena faktor malu akibat disalahkan atau ego merasa selalu paling benar. Juga, karena setiap orang berpendapat, definisi benar salah itu tidak sama antara dirinya dengan orang yang menyalahkan.

Sampai kapan yang nisbi ini bermuara pada satu parameter mutlak? Atau memang dunia membutuhkan sesuatu yang nisbi agar selalu fleksibel dan terus hidup? Bukankan kebebasan setiap individu dibatasi oleh hak individu lain, termasuk bebas untuk merasa selalu benar?

Kebenaran yang saya maksud di sini bukanlah kebenaran 1+1 = 2. Tetapi ketika manusia diberi kebebasan untuk mendefiniskan 1+1 itu tidak selalu sama dengan 2.

Satir

Kepada setiap orang kau sudah membuat drama satirmu sendiri. Aku? Aku hanya bisa menertawakanmu. Betapa kata dan tindakan sama sekali tidak cocok pada cerminan dirimu. Tulisanmu? Lagi-lagi aku hanya bisa tertawa.

I’m not people, I’m vampire

Lily : “I’m glad you’re a believer baby, but I’m never gonna believe in an enigma of the mystical unless I see it with my own eyes. The truth is my father never told me to believe in anything but myself.”
Marshall : “Well its help at all. I believe in you, too.”
Lily : “There’s a pretty good chance. I don’t exist.”
Marshall : “How dare you” =)

– How I Met Your Mother Season 7 episode 13

Been muted

Keep things inside and nobody know it. Choose random people all around to get to your head, not the usual one, is the way you protect yourself from hard environment. I wish I had “hibernate mode”, not only “mute mode”.