Tempe Goreng Tepung

“Aku lapar, mau sarapan terus buruan berangkat ke museum,” kata saya pada diri sendiri.

Rusuh. Rusuh dimana-mana. Seingat saya latar tempat itu tiba-tiba berganti. Di depan mata terhidang sepiring penuh tempe goreng tepung setengah matang. Tidak terlalu kering, tidak pula masih mentah. Saya dengan rusuh mencomotnya. 2 potong langsung, masuk dalam mulut. Panasnya tempe yang baru ditiriskan, sedikit minyak yang terasa dalam mulut. Begitu nyata. Seperti biasanya.

Di depan tampak seorang yang sangat familiar. Tersenyum seperti biasa menyaksikan kerusuhan buru-buru khas saya. Wajah itu, senyum itu.

“Na, bangun woy. Ayok berangkat ke museum. Udah jam 08.15.”

“Hah?” Saya mengucek mata. Masih tertegun.

 

Tante, aku kangen :’) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s