Percaya

Jika kepercayaan sudah diragukan, untuk apa lagi mempertahankan?

Advertisements

Kids : Cutest Thing Alive

Hari ini adalah hari kedua dalam minggu ketiga bertugas di Museum KAA. Rombongan kali ini dipenuhi anak SD, sekitaran kelas 4-6.

Saya : Ada yang tahu ini apaa? *menunjuk kertas*

Anak-anak : Enggak, kak.

Saya : Ini kertas kuno dari Mesir. Dibuatnya dari papirus.

Anak-anak : Papirus itu apa, kak?

Saya : Tanaman asli Mesir, hidupnya di air. Yaa, mirip-mirip eceng gondok gitu lah, tapi panjang-panjang.

Salah satu anak : Kalo gitu, kenapa di sana g bikin kertas dari eceng gondok aja ya, kak?

Saya : *agak mikir* Karena di sana g ada eceng gondok kali ya.

Anak yang lain lagi : Ngapain susah-susah pake papirus ya, kak? Kenapa g pake kangkung aja?

Saya : *terdiam* *ngakak dalam hati*

Tempe Goreng Tepung

“Aku lapar, mau sarapan terus buruan berangkat ke museum,” kata saya pada diri sendiri.

Rusuh. Rusuh dimana-mana. Seingat saya latar tempat itu tiba-tiba berganti. Di depan mata terhidang sepiring penuh tempe goreng tepung setengah matang. Tidak terlalu kering, tidak pula masih mentah. Saya dengan rusuh mencomotnya. 2 potong langsung, masuk dalam mulut. Panasnya tempe yang baru ditiriskan, sedikit minyak yang terasa dalam mulut. Begitu nyata. Seperti biasanya.

Di depan tampak seorang yang sangat familiar. Tersenyum seperti biasa menyaksikan kerusuhan buru-buru khas saya. Wajah itu, senyum itu.

“Na, bangun woy. Ayok berangkat ke museum. Udah jam 08.15.”

“Hah?” Saya mengucek mata. Masih tertegun.

 

Tante, aku kangen :’) 

Ganjalan

Kalau prasangka ini benar, yang ingin saya lakukan adalah bertanya langsung pada empunya. Sekedar untuk melegakan hati.

Gila kamu, Na!

Ah, tidak juga. Untuk apa beliau mencantumkan alamat email dalam setiap bukunya, jika tidak ingin dihubungi?

Jikalau begitu, segera selesaikan membaca bukunya.

Pasti.