Di antara yang sakit dan kemudian absurd

Ada yang aneh ketika sesorean saya menunggui R yang sedang sakit. Kamar tempat R dirawat terdiri dari 2 tempat tidur, yang berarti untuk 2 orang si sakit. Berdasarkan cerita R, orang yang berada di sebelah kasurnya (sebut saja Pak S), menderita penyakit darah tinggi. Anehnya, beliau tampak sehat, berjalan tegap, bahkan memakai baju batik rapi layaknya orang mau kondangan!

Setengah jam setelah kedatangan saya, R tertidur tapi kemudian dia terbangun karena suara mendengkur Pak S. Suara dengkuran Pak S seperti dengkuran Bapak saya lho. Pertanda tidurnya nyenyak, serasa di rumah sendiri. Dan itu tidurnya masih memakai seragam batik. Super random deh Pak S ini. Yang mana si R ini tidur aja kayaknya susah sekali ya. Yang sebah lah, yang apa-apa yang bikin tidak enak sampai tidak bisa tidur.

Kemudian saat R makan, itu makanan rumah sakit sulit sekali untuk masuk ke perutnya. Sekalinya kemakan 2 sendok, eh dimuntahkan lagi. Yang mana, pada saat R makan, Pak S juga makan dan kelontangan sendoknya sampai terdengar dari tempat kami.

“Lahap banget itu orang makannya,” kata R setengah miris setengah sirik. Haha

Apakah rumah sampai menjadi penyebab Pak S sakit? Sampai-sampai beliau merasa lebih nyenyak tidur di kasur yang bukan kasur rumahnya dan lebih enak makanan RS? Haha, entahlah. Mungkin dugaan saya juga berlebihan. Tapi siapa coba sekarang yang ingat selintas pendapat jaman baheula : “Mending juga tinggal di penjara. Makan dikasih gratis, tidur disediain tempat, ga usah mikir tagihan bulanan. Enak bener.” Nah lho, kok jadi mirip

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s