Sekarang (rupanya) berbeda

Dulu, rasanya saya bisa mendiamkan orang lamaaa sekali.

Sehari? Sering kalii..

Seminggu? Kuat kok.

Sebulan? Masih kuat juga.

Pasti setahun g pernah kan? Siapa bilang, pernah juga itu woi, haha.

Apalagi kalau berhubungan dengan orang yang dekat dengan saya. Tidak cuma (ehem), tapi juga teman baik, sahabat. Nah, itu apa lagi. Rasa gengsi sepertinya sudah setinggi langit ke-tujuh ditumpuk jadi tujuh juga *hayo lo*

Makin ke sini, entah itu makin tua atau makin banyak hal yang dipikirkan, rasanya tidak mau saja kalau hal yang sepele ini (yang sepele marahnya ya, bukan hal yang membuat marahnya) jadi berlarut-larut. Begituu..

Jadi sekarang sih niat (bahkan niat lho ini) untuk gengsi atau mendiamkan sudah tidak ampuh lagi dilakukan oleh saya. Godaan yang sebenarnya adalah keinginan untuk nyepet malah. Hahaha.

Entah berubahnya itu bagus atau tidak, tapi jelas menahan marah berlama-lama itu tidak baik (lagi-lagi menurut saya). Karena dengan memendam marah, saya merasa bahwa performa saya jauh menurun (performa naon deui? hoho). Jadi kalau saya tidak suka, sebisa mungkin saya bilang apa yang tidak disukai. Dan tanpa marah-marah atau diam tidak jelas.

One response to “Sekarang (rupanya) berbeda

  1. Haha… Selama di kampus (4 tahun), TPB gak ketemu (jadi cuma 3 tahun) aku pernah ngediemin orang 1,5 tahun…ekekekekeke… 50% waktu bertemu didiemin… Eits.. jadi inget waktu TPB, ketemu “ramah” cuma 1 semester, 3,5 tahun diem2an smp sekarang…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s