Makan Siang Hari Ini

Makan siang hari ini diselenggarakan *halah* di Jl. Badak Singa. 4 tahun-an saya lewat sana belum pernah tahu ada tempat makan enak di situ.

Nama tempatnya RM. Lumpia Semarang. Kalau dari arah Pasar Balubur, belok ke Badak Singa terus tempatnya ada di kanan jalan nyempil. Interiornya jadul lah, bangkunya mirip bangku jadul Zangrandi (iya, bangkunya itu yang ada tulisan orang pacaran, hahahaha). Tempatnya juga tidak terlalu besar. Ada sekitar maksimal 16 set kursi yang tersedia.

Menunya banyak. Adaa.. *yang saya inget yang namanya aneh-aneh aja ya* nasi begana, nasi bakmoy, lontong cap go meh untuk makanan berat dan ada lumpia goreng, lumpia basah, tahu pong untuk makanan pendamping. Sudah terlanjur lapar jadi g sempat menamatkan si menu yang, saking banyaknya menu, ukuran hurufnya jadi kecil sampai ujung kertas.

“Waah, ada cap go meh.”

“Apa itu?”

“Oke, aku pesen itu ya *biar g susah ngejelasin, haha*”

Jadi, yang dipesan adalah 2 porsi lumpia semarang goreng, lontong cap go meh, soto ayam spesial, dan 2 es teh tawar. Yang pertama datang adalah teh tawar gratisan *tau gitu g usah pesen minum yak* *mental gratisan*

Kemudian lumpia datang. Penampakannya adalah lumpia yang sudah diiris jadi 4 potong dengan saus berwarna coklat kental, cabe sebiji, dan acar lobak. Saya lupa sebenernya kalo g suka rebung dalam lumpia semarang dan kenapa pesen itu, tapi waktu dimakan sama sekali g berasa lho rebungnya. Terus isiannya kayak orak-arik gitu, kecil-kecil, g seperti lumpia semarang yang dalemnya awut-awutan, yang kalo digigit amburadul kemana-mana, haha.

Terus akhirnya dateng makanan utama. Lontong cap go meh dulu ya. Isinya potongan lontong dengan sayurnya buncis, suwiran ayam, setengah telur pindang, dan koyah dengan kuah santan putih yang cenderung manis. Enak kok, rasanya memang tidak setajam buatan rumah dengan kuah santan kemerahan (pertanda pedas), tapi ya itu..enak sih enak aja…:)

Berikuuuttt… adalah menu soto ayam spesial. Penyajian dalam mangkok dan piring dengan kuah terpisah di mangkok. Jadi, di piring itu ada nasi, suwiran ayam, bihun, tauge pendek, telur pindang utuh, dan 2 biji perkedel kentang bulat-bulat mini. Kuahnya sendiri kuah soto yang bersantan kuning dengan taburan bawang goreng dan seledri. Lebih mirip soto betawi yak, cuma kurang empingnya saja. Sotonya sih kalau kata si partner g terlalu istimewa, dianya malah lebih suka makanan saya *memang rumput tetangga lebih hijau, sodara-sodara*

Untuk harga, total 71 ribu untuk berdua. Agak mahal memang, tapi pepatah Jawa bilang “ana rega ana rupa”. Jadi sepadan dengan apa yang dimakan dan lagi porsinya juga mengenyangkan *note: ini saya yang bilang lho ya ;p”

“Nanti liputannya masukin blog, Na”

“Lah, g ada foto -______________-“

“=)) udah keburu laper yak”

Jadi, maaf saudara sekalian, akibat lemahnya iman kami, maka dokumentasi soal makanan hampir pasti selalu tidak tersedia. Sekian dan terimakasih.

Oiya, tempat makan ini buka hingga pukul 19.00, tapi srtiap Jumat libur.

Cerita lain soal tempat ini ada di sini dan situ

Foto juga ada di sana

PS : katanya Pak Masyhur dan dosen-dosen yang lain sering ke sini…:)) 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s