Hujan dan Kita

Ada rindu dalam setiap tetes hujan. Dan benar adanya, hujan memang musuh bersama dari umat yang bernama “perasaan stabil” dan “deadline tugas”. Oke, saya rasa otak saya baru saja konslet tersambar petir atau hanya terlalu banyak makan kambing. Tiada asap tanpa api. Ini dia koreknya, cekidot.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s