DB #17

*Melihat siaran pertandingan di televisi

D : Pertandingan hangar ya?
N : Anggar kali
D : Eh iya hanggar
V : Apa dod, apa? ANG-GAR kali yang bener
D : Eh, g sama ya?
V : Awas lo kalo di lapangan salah sebut istilah
N : =))

(Bukan) Obituari

Saya lupa, entah kapan tepatnya kami bersama. Saya pun juga lupa alasannya, mengapa bisa berakhir dengan nista bersama mereka. Padahal mereka bukan satu-satunya geng yang saya punya *sombong*. Tapi, bahkan baut serbaguna pun memiliki fungsi yang sangat optimal untuk satu skrup saja *yang ini sotoy*.

Saat mereka berdua marahan, saya yang menengahi. Saat saya merasa amat sangat kesal dengan sohib depan kamar, Dode yang menengahi. Tapi rasa-rasanya saat saya dan Dode yang marahan, saran dari Retta tidak ada yang menyangkut di otak *maklum, Ta sesama melankolis susah diatur*

Tapi begitu disadari sekarang, ternyata konfigurasi ini yang paling pas diaplikasikan. Sayangnya itu cuma bisa sama kalian *lebay*. Sempat tercetus untuk merekrut anggota ke-tiga ketika ada kabar bahwa Dode akan bekerja (minimal) di Jakarta. Dan hasilnya…deredeeengg… tidak ada yang mau bergabung dengan kenistaan kami. Haha.

Miris, itu yang saya rasa ketika mendengar kabar kepergiannya (bukan meninggal, cuma pergi kerja di luar kota saja kok ;p), karena beberapa waktu yang lalu saya pernah dengan terang-terangan “menghina” sesama loner (julukan saya untuk orang-orang golongan non-mainstream, haha) lain.

Cheers! Tidak usah disikapi secara berlebihan, selama masih ada ym, sms, dan email semuanya akan tetap seperti biasa kok.

PS. Mungkin akan ada (Bukan) Obituari bagian 2 saat Si Sohib Depan Kamar pindah untuk mengejar Om-om, eh mimpi maksud saya ;p

“Ini juga usaha sih, Na berharap sampai akhir bisa gila begini, hehe..”

 “Iya, mudah-mudahan kegilaan yang kita punya enggak akan tergerus umur atau lingkungan.”

Galau-man, Rosalinda, dan entah-anak-siapa…:D

Tin-tin!

Saya sukaaa sekali Tin-tin. Untuk orang yang masa kecilnya dihabiskan membaca komik Tin-tin yang lebar (versi lama), saya cukup kecewa dengan komik yang diterbitkan lagi dengan ukuran yang lebih kecil (mungkin agar dinamis ya, bisa dibawa kemana-mana).

Pagi tadi, mata saya tertumbuk pada tweet Goenawan Mohamad tentang Tin-tin. Beberapa catatan yang sudah familiar atau bahkan belum banyak diketahui. Ini adalah hasil rekapannya.

  1. “Tintin” saya tulis dlm Catatan Pinggir Tempo pekan ini. Krn banyak penggemar tokoh ini di Twitter, saya tambahkan bbrp informasi.
  2. Tiap penggemar “Tintin” tahu, teriak “Sejuta topan badai dan thuyul2” adalah sumpah serapah Kapten Haddock, sobat yg pemabuk itu.
  3. Kalimat itu lucu sekali (kombinasi yg tak tersangka-sangka antara ‘badai’ dan ‘thuyul’), tapi versi Indonesia itu tak lazim.
  4. Dlm versi asli, Inggris dan Jerman (Swiss) bentuk aliterasi dipertahankan. Artinya, bunyi2 awal kalimat itu dibikin berulang.
  5. Versi asli (bhs Prancis Belgia): “Mille millions de mille sabords’. Bunyi ‘mill” berulang dalam kalimat itu.
  6. Versi Inggris ‘thousands of thundering typhoons” juga menunjukkan aliterasi itu. Bunyi ‘th” dan ‘t” ada di awal tiga kata itu.
  7. Juga versi Jerman, setidaknya di Swiss: ‘Alle hunderttausend heulenden und jaulenden Hoellenhunde!’
  8. Ketiga versi serapah Haddock itu tak ada maksudnya yg sama, karena memang teriakan nonsens.
  9. Versi Jerman itu sama sekali tak ada kaitannya dgn kapal, laut, dan pelaut. Itu agaknya mengambil bunyi aum anjing2 galak di neraka.
  10. Versi Inggris masih punya asosiasi dgn laut, (“typhoon”), tapi kata ‘sabords” dlm versi Prancis tak diterjemahkan.
  11. Hubungan kata “sabord” dgn laut dan kapal: kata Prancis itu berarti lobang di kapal kayu utk menempatkan meriam.
  12. Versi Indonesia tak mempertahankan aliterasi, tapi spt saya katakan tadi tetap lucu. Dan humor itu yg kita kenang dari “Tintin”.
  13. Ada yg menghitung, total ada 208 kalimat sumpah serapah Kapten Haddock yg pemberang dan pemabuk tapi menyenangkan itu.
  14. Dlm versi Inggris, yg paling lucu bagi saya, “Pithecanthropic pickpocket!”. Tapi ada teriakan yg hanya bunyi: “RKRPXZKRMTFRZ!”
  15. Dlm bhs Afrikan, di Afrika Selatan, Kapten Haddock disebut “Kaptein Sardijn’. Bagaimana kalau di sini disebut “Kapten Tongkol”?.
  16. Dlm bhs Spanyol, Dupont dan Dupond (alias Thomson dan “Thompson”) disebut “Hernandez” dan “Fernandez”. Bhs Arab: “Tik” dan “Tak”.
  17. Seperti saya sebut dlm Ca-Ping, kisah petualangan Tintin di Kongo (dulu jajahan Belgia) menunjukkan sikap yg merendahkan orang hitam.
  18. Tapi “Tintin di Tibet” menunjukkan sikap pengarangnya, Herge, yg berubah thd orang kulit berwarna. Juga terhadap dunia non-rasional.
  19. Ini kisah persahabatan Tintin dgn Chang, anak Cina. Dlm perjalanan menyelamatkan Chang, Tintin dibantu ilmu gaib biarawan Tibet.
  20. Juni 2006, kisah “Tintin di Tibet” dianugerahi penghargaan oleh Dalai Lama. Kisah itu terbit 1958, 8 tahun setelah Cina merebut Tibet.
  21. Selain menyajikan keunikan tradisi Budhisme Tibet, ‘Tintin di Tibet” mengisahkan persahabatan antar manusia yg melintasi segala hal.
  22. Begitulah catatan kecil ttg ‘Tintin’, ciptaan Herge, yg dimulai 10 Januari 1929 di lembaran Le Petit Vingtième di Brussels.

sumber : Twitter Goenawan Mohamad

Oiya! Saya lupa belum menceritakan ulasan singkat tentang filmnya yang baru sudah saya tonton 2 minggu yang lalu! Hadeehh…

Riddle

As I was going to St. Ives,

I met a man with seven wives;

Every wife had seven sacks;

Every sack had seven cats;

Every cat had seven kits.

Kits, cats, sacks, and wives.

How many were going to St. Ives?

Taken from Ahmes Papyrus – A History of Mathematics

Do you know the answer? Message me if you really curious about this one…;)

IMHO

I hate being unmotivated. More than that, I hate being unmotivated caused by other while I feel very motivated. Honestly, I hate those G-word recently. It’s too long already and it kills other people spirit. Don’t let your G-ness kills you. Rephrase with stronger word: don’t ever let your G-ness kills others, too. Please human, don’t pity yourself too much. It kills you inside and slowly.

Be motivative and creative. Don’t worry about life that much. There’s something greater beyond all, remember?