Memaki dunia dan seisinya

Pernahkah berpikir ada saat ketika dunia meninggalkan kita? Semesta gegap gempita dengan sendirinya, meninggalkan kita yang memilih tak mau mengikuti ritmenya? Pernahkah merasa seperti itu dan memaki dunia dengan segala isinya karena meninggalkan kita?

Di sisi lain, pernah jugakah berpikir, apakah kita menghargai apa yang dunia berikan pada kita? Saya pikir, seharusnya kita lebih menghargai apa-apa yang sudah diberikan, bukannya mencari yang kita tidak punyai dengan mengorbankan yang kita punya, alih-alih memaki dunia dan seisinya. Silakan dijadikan bahan renungan. Saya tidak paham dan juga belum bisa mengerti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s