Petelanjang Kaki dan Manajer HSE

You should walk a mile in their shoes – Jack Handey

Kadang terlalu banyak mendengarkan tanpa bisa menyaring mana baik mana buruk itu bodoh. Bukannya kita ini canggih layaknya bulu hidung yang otomatis menyaring tanaman. Ternyata hati dan pikiran juga butuh alat penyaring semacam bulu hidung atau minimal saringan teh.

Kadang kita berlagak seperti orang yang memiliki faktor keselamatan nomor 1. Dalam hal ini mari dianalogikan sebagai orang yang memakai boot berlambangkan SNI. Apapun tak mempan mengenai kaki, baik paku, tahi, ataupun sekedar kerikil dengan ujung runcing.

Tak jarang, akan sangat mengesalkanlah bila orang yang selalu mengeluhkan sakitnya kaki karena menginjak sesuatu tidak pernah mengindahkan kata-kata manajer HSE (Health, Safety and Environment). Mungkin para petelanjang kaki tahu harus berbuat apa (mengenakan boot atau alas kaki lain), tapi rupanya mereka menikmati setiap rasa sakit yang dirasakan, sehingga engganlah mereka beralas kaki. Para petelanjang kaki yang seperti itu dinamakan penderita komplikasi jiwa nomor wahid.

Namun di lain pihak, saat mengenakan boot, Manajer HSE merasa wajar saja menyela apa yang baik dan buruk dari alas kaki orang lain. Membuat alas kaki yang ia kenakan terlihat sangat terjamin, dengan lambang SNI dan predikat sebagai manajer HSE. Ini pun juga penyakit komplikasi jiwa, dengan nomor yang bersaing dengan komplikasi yang telah disebut sebelumnya.

Ah, tak bisakah petelanjang kaki bebal menjadi sedikit penurut dan manajer HSE menjadi sedikit lebih tahu diri?

 sumber gambar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s