Absurd

Orang bijak berkata sekali kemunculan itu wajar dan dua kalinya adalah keberuntungan. Nah, kalo sampai tiga kali apa dong, Jak? (Jak adalah panggilan sayang kepada orang bijak) *tulisan macam apa ini*

Saat saya sedang di rumah dan melihat televisi, ada sebuah iklan produk susu. Menurut saya jargon yang digunakan untuk iklan itu amat sangat absurd. “Haji Sehat, Negara Kuat”, begitu yang saya dengar saat menonton televisi hari itu. Namun setelah saya cari di youtube, kok tidak ada kata-kata itu ya? hmm… Kemudian saya menceritakan iklan susu ini via sms kepada teman-teman saya dan berakhir dengan tertawa terbahak-bahak karena lucunya iklan dan reaksi aneh dari si teman-teman yang juga aneh.

Siangnya, setelah puas menertawakan si iklan susu itu, tiba-tiba ada telepon  yang menanyakan tante saya yang sudah meningggal, dan ternyata teleponnya dari *jengjengjengjeng* iklan susu itu sendiri dong! *tepok jidat* Apa coba. Kok bisa ya.

Seminggu berlalu, saat saya membeli sebuah harian minggu, saya menemukan iklan itu ada di pinggir halamannya. Oke, ini yang ketiga kalinya lho. Apa hubungan saya dengan susu ini sih? Sangat absurd. Apakah saya adalah orang yang ditakdirkan untuk membawa produk ini ke puncak kejayaan? Entahlah, saya pun masih bingung dengan tugas akhir saya. *loh?*

Kedodolan

Malam tadi sesampainya di depan kosan, saya yang merasa sangat bersemangat untuk pamer gembok kosan baru, harus merasa sedikit kecewa karena gemboknya diganti. Oh ya sudah, pamernya tidak jadi.

Loh, lalu bagaimana cara masuknya? Ah, tak apa bisa telepon si tetangga kamar ini kan, pikir saya.

Tuutt…tuutt…tuutt…
“Ya, Na?”
“Ta, bukain pintu dong. Gemboknya diganti.”
“Lho, kamu di mana?”
“Di depan kosan lah.”
“Loh, kosan siapa?”
“Loh?”

Kemudian saya melihat layar telepon. Di situ bertuliskan Nia, teman SMA saya. bukannya nama si empunya kamar sebelah. Ngoks!

Futur

Sedang malas menulis di blog, padahal banyak sekali hal yang ingin saya ceritakan dan bagi. Saya sedang merasa tidak adil saja.

Oke. Cukup sekian dan terimakasih atas permaklumannya. Mohon doanya agar saya bisa segera berlaku adil *cem suami mau poligami aja*.

Nano-nano

Manis asem asin, rame rasanya. Pahit pedes tawar, semua rasa tak cukup menggambarkan.

Semoga selalu terekam dalam ingatan, terasa dalam hati, bahwa persahabatan tidak cukup sampai di sini.

Foto: Ignatius Vincent