Drama Kamis

Diawali dengan drama dan (belum akan) ditutup dengan drama juga.

Berangkat dengan terburu-buru, takut terlambat kuliah pukul 7 pagi. Eehh, sampai kampus, teman saya bilang kuliah dimulai pukul 8. *kenapa g bilang sih?*

Dilanjutkan nonstop rodi plus bergosip bersama DP tersayang selama 3 jam.

Kejadian melupakan laptop, bertemu dengan yang tidak diharapkan, dan menertawakan banyak orang.

Nyungai dengan agenda mengerjakan ulang soal UTS, yang mana sampai pukul 8 malam belum juga dapat dipecahkan.

Pulang dengan lapar dan lelah.

Makan di bebek wili dengan nasi porsi dobel.

Pulang bete tapi kenyang.

Mendapati laptop berlayar biru dan mengeluarkan bunyi-bunyian aneh, padahal ada SUNGAI yang mesti dikumpulkan malam ini.

Menangisi dan menyembah laptop layaknya ibu kepada anaknya. *ini beneran.. beneran lebay*

Semakin sedih karena orang-orang tak kunjung mengangkat telepon.

Dan sepertinya malam ini akan saya habiskan bermesraan dengan si SUNGAI.

Hari ini dramatis karena satu kata, coba. *mulai gangguan otak karena kebanyakan nyunge* *istigfar* *menampar diri sendiri*

SEMANGAT!!!

*postingan dimana yang memosting sedang stress dan gangguan jiwa, tapi tidak mengalami kelainan pada janin dan ibu hamil* *semakin menjadi-jadi*

Advertisements

Pengertian

“Ayo ikut ke lab.”

Dalam hati, “mati awak.”

“Kamu. Kenapa g seminar-seminar?”

“Hehe, iya pak,” menjawab dengan keki dan kikuk.

“Cepetan lho ya. Sudah sampai mana?”

“Yaa, masih di situ-situ aja, Pak. Saya bingung mau teori apa lagi yang dimasukkan. Lambat ya, Pak. Padahal sks cuma sedikit.”

“Ooh, memang…” *pas bagian ini udah suudzon aja, kirain bakal dimarah-marahin gara-gara lambat dkk* “…tingkat akhir. Saya mengerti sekali karena pernah mengalami. Dulu saya pikir ambil sks sedikit akan santai, ternyata sibuk juga ya, ikut ini-itu, jadi asisten ini-itu. Yaah, tapi saya yakin lah kamu bisa Juli ini. Semangat dong!”

:’) Huwaa, terimakasih pak, saya jadi semangat lagi loh.

Hal Kecil

Saya orang yang mudah sekali terpengaruh dengan hal kecil. Detail. Katakanlah saya bisa dengan mudah tidak menyukai atau bahkan jatuh cinta pada seseorang karena hal kecil itu.

Sebagai contoh, saya bisa tidak menyukai orang yang lupa mengucapkan terimakasih pada teman saya. Nah lho padahal teman saya ya, bukan saya yang tidak dapat ucapan terimakasih itu.

Atauuu, saat melihat celana bahan beliau yang belepotan kapur. Di lain hari melihat beliau yang lain menghapus papan tulis bekas mengajarnya. Contoh yang lain saat melihat tepukan hangat seorang guru di kepala muridnya.

Ya, saya jatuh cinta pada hal-hal tak terlihat yang kecil dan sederhana.